detik

Jatuh Bangun Bisnis Tas, Suami Istri Ini Sekarang Raup Omzet Rp 150 Juta/Bulan

Jatuh Bangun Bisnis Tas, Suami Istri Ini Sekarang Raup Omzet Rp 150 Juta/Bulan
Maikel Jefriando – detikFinance
Share 0Tweet Share 00 komentar
Jatuh Bangun Bisnis Tas, Suami Istri Ini Sekarang Raup Omzet Rp 150 Juta/Bulan
Foto: Maikel Jefriando-detikFinance
Jakarta – Enam tahun silam adalah awal yang baru bagi Aryagalih Salokahinu dan Kristien Mey Triyana. Pasangan suami istri ini memberanikan diri untuk memulai usaha bernama Erfa Handmade. Omzet ratusan juta pun berhasil diraupnya sekarang.

Dalam sebuah pertemuan singkat dengan detikFinance, Arya bercerita tentang perjalanan memulai usaha yang cukup berliku. Tadinya, Ia adalah seorang pedagang. Khususnya tas. Mengambil barang dari tempat lain, kemudian dijual ke konsumen.

Kegiatan ini berjalan cukup lama, dalam hitungan tahun. Sampai kemudian Arya berkeluarga.

Ia mengakui, awalnya tidak berpikir untuk menciptakan produk sendiri. Meskipun Arya mengetahui ada bakat istrinya yang mampu merancang tas dengan bentuk sangat menarik.

“Ya saya belum berani awalnya, jadi tetap saja berdagang,” kata Arya kepada detikFinance akhir pekan lalu.

Singkat cerita, sekitar 2010, Kristien mencoba memproduksi satu tas. Langsung dari tangannya. Saat diperlihatkan ke orang lain, ternyata banyak yang tertarik. Khususnya kalangan ibu-ibu.

“Lalu saya mikir, apa kita nggak coba bikin saja ya,” ujarnya sembari memperagakan cara bicara saat bersama Kristien. “Pasti kan menjual produk sendiri itu bakal lebih puas dibanding menjual produk orang lain,” jelasnya.

Kesepakatan diraih. Produk utamanya adalah tas. Kristien bertugas sebagai perancang, sedangkan Arya bertanggung jawab pada finalisasi produk. Pemasaran dilakukan secara bersamaan.

Modal awal yang dibutuhkan adalah Rp 2 juta. Ini digunakan untuk membeli berbagai macam bahan, seperti kain, kancing, pernak pernik dan komponen lainnya di pasar grosir. Tas kemudian dirancang. Kristien memberikan sentuhan etnik pada setiap tas agar menarik bagi konsumen.

“Kemudian bawa ke konveksi. Jadi saya titip jahit di orang lain,” ungkapnya.

Produk selesai, maka selanjutnya dipasarkan. Media sosial memang menjadi salah satu jalur pemasaran, akan tetapi cerita dari mulut ke mulut ternyata masih lebih efektif. Arya pun mulai kebanjiran pesanan.

Hal tersebut justru tidak menjadi tekanan bagi Arya. Ia tak lupa mempelajari hal-hal yang tadinya tidak bisa dijalankan sendiri, yaitu menjahit. Selang beberapa bulan, ia kemudian mendirikan konveksi lewat modal tambahan dari hasil penjualan.

Jatuh Bangun Bisnis Tas, Suami Istri Ini Sekarang Raup Omzet Rp 150 Juta/BulanFoto: Dok. erfa handmade

Sebanyak 30 pegawai dipekerjakan Arya pada sebuah pabrik konveksi di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Produksi terus ditingkatkan, sampai Ia berhasil mendapatkan omzet Rp 600 juta per bulan. Pasarnya adalah wilayah Jabodetabek, Medan, Lampung hingga Pontianak.

“Pada 2014 saya bisa dapatkan Rp 600 juta per bulan,” imbuhnya.

Tiba-tiba Arya tertunduk. Ia mencoba menarik nafas lebih dalam, karena ternyata cerita selanjutnya cukup miris. Usaha yang dijalankannya tiba-tiba meredup, seiring dengan penurunan permintaan. Ada faktor pelemahan ekonomi nasional juga yang menjadi penyebab.

Permintaan menurun, pendapatan pun ikut anjlok. Arya memutar otak lebih kencang dari biasanya. Solusi yang ditempuh adalah dengan menurunkan produksi. Tidak hanya itu, para pegawai pun dirumahkan. Sekarang Ia hanya memiliki 5 pegawai.

Akan tetapi, Arya tidak menurunkan kualitas produk. Rancangan produk tetap terus berganti, mengikuti perkembangan zaman agar tetap diincar konsumen. Ia menyediakan tas dewasa, anak hingga untuk bayi. Kisaran harga adalah Rp 100.000 hingga Rp 300.000 per produk.

Jatuh Bangun Bisnis Tas, Suami Istri Ini Sekarang Raup Omzet Rp 150 Juta/BulanFoto: Dok. erfa handmade

Arya bersama Kristien gencar menjalankan promosi. Mulai dari website, media sosial hingga mengikuti berbagai pameran di dalam dan luar negeri. Ia mulai membidik pasar di negara tetangga, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.

“Sekarang lumayan, omzet kita bisa Rp 150 juta per bulan,” paparnya.

Rencana selanjutnya adalah mendirikan outlet khusus Erfa Handmade. Ini merupakan upaya Arya tetap menjaga sisi originalitas produk. “Harapan terdekat kita izin buka outlet,” tutupnya.

Tertarik dengan koleksi Erfa Handmade, silakan kunjungi situs erfa-handmade.com. Bisa juga menghubungi nomor telpon (021) 8807707 atau email ke layanan@erfa-handmade.com. (hns/ang)

https://finance.detik.com/peluang-usaha/d-3375625/jatuh-bangun-bisnis-tas-suami-istri-ini-sekarang-raup-omzet-rp-150-jutabulan

Share This :
Share

Leave a Reply